Menu

SeputarKuliah

pengalaman pengalaman kuliah

header photo

Kuliah itu Gimana sih?

Sejak saya menulis mengenai FKM Undip di situs (blog) ini, beberapa pertanyaan masuk. Baik lewat email, facebook, ataupun instagram. Umumnya pertanyaannya ya sekitar evaluasi di FKM seperti apa. Bagaimana langkah masuknya. Nilainya dahulu berapakah. Argumen tentukan FKM mengapa. Sepanjang saya tau saya senantiasa mengupayakan untuk menjawabnya. Oh iya untuk yang ingin nanya lewat email/instagram saja ya. Sempat ada yang nanya lewat facebook, saya baru ngeh sebagian bln. sesudahnya. Maaf banget ya huhu.

Btw fotonya ada yang ditutupin karna saat ini telah berhijab.

Di antara pertanyaan itu ada yang menarik untuk dibicarakan. Simpel saja pertanyaannya. " Kuliah itu seperti bagaimana kak? Sama seperti sekolah? Saat belajarnya berapakah lama ".

Tujuannya di sini saat berkuliah apakah sama juga dengan sekolah ionwin88.com yang tentu SD 6 th., SMP 3 th., serta SMA 3 th.. Sederhana ya. Tapi buat saya, wah ini pertanyaan basic banget. Saya juga tersadar dahulu saya tidak sempat kepo beberapa hal mengenai kuliah. Mana ada tuch saya mencari prospek kerja lulusan FKM? Nilai passing grade masuk FKM berapakah? Tau FKM saja baru sesudah melakukan perkuliahannya. Eugh.

Saya menyadari pertanyaan ini. Lumrah, di Indonesia tidak semuanya anak lulusan SMA/SMK bercita-cita untuk lanjut di bangku kuliah. Mungkin saja juga alumni sekolahnya tidak ada yang kuliah. Jika telah gitu, nanya ke siapa?

So I decided to write answer of that basic question " Kuliah itu seperti bagaimana, kak? "

Kuliah itu banyak jenjangnya. D1, D2, D3, D4, S1, S2, hingga S3. S2 serta S3 automatis out ya untuk lulusan SMA/SMK. Kan mesti lewat S1 dahulu. Bedanya apa? Apa ya? Gelarnya? Hahaha. D itu Diploma. Sesudah lulus gelarnya Pakar Madya (A. Md). Sedang S1 itu Sarjana. Saya dari Kesehatan Orang-orang nih, bermakna gelarnya S. KM. Gitu.

Terkecuali gelarnya, masa studinya juga lain. D1 satu tahun saja. D3 dapat 3 th.. D4 serta S1 keduanya sama 4 th.. Angka ini tidak saklek mesti segitu. Bergantung institusinya. Contoh S1 di kampus negeri ada ketentuan yang mengharuskan lulus maksimum 5 th.. Lebih dari itu ingin tidak mau Drop Out (DO). Dapat saja setiap th. ketentuannya lain. Soalnya dahulu sempat ada ketentuan maksimum 7 th..

Untuk kampus negeri serta politeknik negeri ada tahap D3, D4, serta S1. Tahap D1 serta D2 sendiri umumnya berada di sekolah kedinasan seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Oiyaa di konteks ini saya pakai yang di kampus negeri ya. Berhubung saya kuliahnya di sini. Saya menulis based on experience. Masalah kedinasan atau kampus swasta saya angkat tangan karna memang tidak alami :)

Kuliah itu kita yang ngatur sendiri jadwalnya. Pakai apa? SKS. Apa sik kepanjangannya? Unit Credit Semester! Pada tahap S1 dibebankan 144 SKS agar bisa lulus. Telah termasuk juga magang, KKN (Kuliah Kerja Riil), serta Skripsi. Nah setiap semester mesti ambil SKS sesuai sama kekuatan. Jujur saja ini saya tidak ngalamin karna SKS saya telah di-set sama fakultas tentu ngambil apa-apanya.

Saya ceritain yang pengalaman rekan ya. Untuk SKS murni, anda akan " rebutan " sama yang lain. Karna setiap dosen serta kelas miliki kemampuannya semasing. Contoh anda ingin ambillah mata kuliah Ekonomi Pangan, kemampuan mahasiswa di kelas 30. Ya anda mesti cepet-cepet input waktu buat KRS (Kartu Gagasan Studi). Jika kemampuannya habis? Tidak dapat ambil. Maka dari itu perlu cepet-cepetan atau janjian sama teman waktu KRS-an ini.

SKS setiap semester juga lain. Semester di kuliah sama ya dengan sekolah, 6 bln.. Balik sekali lagi ke SKS, pilihnya bergantung dari IP. Maksimum per semester 24. Tujuannya gini, semester 1 IP anda 3. Sedang teman anda 3, 5. Jadi anda tidak dapat ambillah 24 SKS penuh untuk semester 2. Argumennya? Tidak tau mengapa HAHA maap ku tidak merasakannya. Duh -_-

Kuliah itu kita yang pro aktif. Dari mulai hubungin dosennya lah sampai mengurusin nilai. Bye-bye dengan guru yang tentu masuk di jadwalnya waktu sekolah. Bye-bye juga dikejar-kejar buat ngumpulin pekerjaan. Semuanya tidak juga akan dihadapi di perkuliahan. Anda mesti aktif hubungi dosen buat ngisi di kelas. Rajin nyatetin sendiri tugas-tugasnya jika tidak mau mendadak nilai yang keluar di Kartu Hasil Studi (KHS) jadi D. Nauzubillah.

Kuliah itu banyaknya waktu luangnya. Literally. Jam belajar sama dosen paling hanya 1-2 jam per mata kuliah. Satu hari paling banyak 3 mata kuliah lah. 6 jam. Banding dengan sekolah dari jam 07. 00 - 14. 00 atau full day sampai jam 17. 00 itu nyaris 10 jam ya. Waktu senggang ini buat apa? Ya ngerjain pekerjaan, diskusi, praktikum, survey, apa pun itu you named it. Tidak ada sekali lagi yang namanya belajar hanya duduk manis di kelas dengarkan dosen ceramah. Kalian tentu akan dapet pekerjaan yang perlu dikerjain diluar kelas.

Kuliah itu unpredictable. Serius. Ada yang mendadak ilang di dalam jalan. Trus keluar kembali. Ada yang cuti dahulu. Macem-macemlah. Saya juga miliki teman yang ilang di semester 5 dengan kata lain tidak masuk kuliah. Parahnya sampai saat ini tidak ngerti argumennya apa.

But, yang paling perlu yaitu janganlah sampai kita nge-judge orang yang seperti gitu. Saya senantiasa menanamkan pada diri saya kalau kondisi setiap orang lain. Serta memang tidak ada yang tau. Mungkin saja dia terlebih dulu kuliah dengan aman serta nyaman karna orang tuanya dapat membiayai. Lalu mendadak orang tuanya di panggil Allah? No one knows. Bagusnya, bertanya segera ke orangnya serta berikan jalan keluar dari permasalahannya. That's what friend should do.

Kuliah itu liburnya lama. Dalam satu semester 6 bln., hari aktif kuliah paling hanya 3-4 bln.. Bekasnya? Libur. Berikut yang jadi problem jika sepanjang libur tidak ngulang materi kuliah. Bisa-bisa pengetahuan di kepala telah menguap hilang ditelan drama Korea yang dilihat sepanjang berlibur *hela napas*.

Kuliah itu luarannya serupa sekolah. Tapi waktu ditempuh merasa 180 derajat berlainan.

Kuliah itu bukan hanya gengsi tentukan jurusan apa. Tapi apa yang ingin anda kerjakan dengan pengetahuan yang didapat.

Kuliah itu dapat saja gratis. Tapi hidup jadi mahasiswa memanglah " mahal " jika tidak diakali.

Kuliah itu bukan hanya main-main saja. Tapi peluang untuk dapat temukan " ingin jadi apa ".

Keseruan kuliah semester awal

Perkuliahan semester awal

Buat lo semuanya yang akan pada ingin masuk kuliah th. ini, tentu telah sempat dong merasakan jadi anak baru cocok kelas 7 SMP serta 10 SMA dahulu? Kebayang kan perasaan girang-girang penasaran, bercampur sama takut dikit, serta rada malu-malu kucing. Ada pula sich yang memang gak tau malu serta memang segera dapat akrab sama beberapa orang termasuk juga senior, tapi palingan jumlahnya tambah lebih dikit daripada yang malu-malu (in). Yuk lihat agen judi terpercaya!

Tapi ya, meskipun berkesan pahit serta getir, masa-masa di taun pertama kuliah itu nyediain banyak banget peluang buat lo buat berkembang, baik dengan intelektual ataupun dengan sosial. Seperti yang sempat gue katakan di tulisan gue mengenai langkah milih jurusan yang pas - kalau kuliah itu yaitu fasilitas buat lo ngembangin ketertarikan serta intelektualitas lo, agar nanti jadi bekal buat lo berkarya didalam orang-orang. Terlebih klo elo mujur dapat masuk ke perguruan tinggi yang memang populer berkwalitas ya, wah tentu akan sangat banyak yang dapat lo jadiin sumber buat ngembangin intelektualitas lo barusan. Apa saja sich emangnya yang dapat kita lakukan jadi anak baru di universitas?

ASIKNYA JADI MAHASISWA BARU

Nah, saat ini baru deh kita ulas bagaimana serunya kelak kehidupan kuliah lo di th. pertama lo jadi mahasiswa.. di point ini gua akan kupas dunia universitas jadi 3 tema, salah satunya seperti berikut :

1. Lingkungan sosial yang berlainan

Dari segalanya yang juga akan lo alami di th. pertama, sebenarnya topik besarnya hanya satu, yakni sistem ADAPTASI. Sering sistem penyesuaian ini dipandang jadi suatu hal yang nyusahin, karna kesannya lo mesti mencocokan diri sama lingkungan yang asing... walau sebenarnya jika saja lo dapat simak dari perspektif yang lain, sistem penyesuaian ini mungkin saja satu peluang buat lo untuk mempunyai paradigma yang baru yang lebih luas..

Satu hal yang paling merasa dari semuanya sistem penyesuaian yang butuh lo lewati yaitu perubahan lingkungan yang homogen jadi heterogen.. Tujuannya bagaimana? Jadi gini, demografi orang-orang di Indonesia itu begitu bermacam, mulai dari persebaran geografis yang terbagi dalam 18. 307 pulau, dengan ditempati oleh lebih dari 300 etnis/suku, serta berkomunikasi dengan 737 macam bhs daerah.. Hilang ingatan tidak tuch, bermacam banget kan..!!? Hanya saat ini gua bertanya deh ke lo, di lingkungan lo yang saat ini nih, emangnya lo dapat merasakan keberagaman Indonesia yang luas buangeet itu? Sangkaan gua sich beberapa besar jawaban lo " tidak " yaah.. Karna memang sayangnya nih, kondisi di Indonesia menuntut kita dengan tidak sadar untuk di besarkan di lingkungan yang homogen dari kecil hingga SMA. Dari kecil kita telah tumbuh dari budaya orang-orang yang sama, bhs daerah yang sama, nilai-nilai orang-orang yang sama, kawan-kawan dengan budaya yang sama, tetangga dengan pergaulan yang sama, dll..

2. Peluang paling baik buat ngasah ilmu

Cocok lo th. pertama di universitas, wah.. lo akan merasakan yang namanya NIKMATNYA BELAJAR di universitas (terlebih klo di jurusan yang memang lo minatin). Nikmat belajar yang gua maksud itu memang bener-bener belajar buat nuntut pengetahuan yah, bukanlah buat agar nilai bagus dalam ujian.. karna didunia kuliah, telah tidak zaman sekali lagi lo ngakalin nilai dengan nyontek, nanya masalah ulangan ke kelas samping, atau cari kisi-kisi masalah yang berada di ujian. Saat ini yaitu waktunya lo belajar buat bener-bener jadi EXPERT di bagian lo!

Memang nikmat belajarnya bagaimana sich? Bayangin ya, sampai kini ngerasa tidak sich jika sistem belajar lo di mata pelajaran apa pun itu dibatesin ilmunya sama buku bikin, catetan, atau apa yang keluar dari omongan guru... Nah didunia universitas, lo dapat gali pengetahuan di bagian yang lo senangi itu sebebas-bebasnya lewat cara yang mandiri. Dapat dari internet, buku-buku di perpus, on-line learning, dan diskusi sama dosen serta mahasiswa lain.

Jaman saat ini nih, lo akan ketinggal jika hanya belajar dari textbook atau catetan dari dosen doang... Lo mesti sadar jika saat ini terdapat beberapa banget akses lain yang dapat lo usahakan agar lo dapat bener-bener nikmati sistem belajar lo itu

3. Kembangin diri lo diluar konteks akademis

Jika kata pakar psikologi Erik H. Erikson, beberapa umur belasan sampai awal dua beberapa puluh itu termasuk juga kedalam rentang umur dimana orang tuch sekali lagi cari jati diri, terlebih jati diri sosial. Tujuannya apa nih? Tujuannya, di umur lo saat ini, manusia itu relatif aktif banget buat cari tau dianya itu siapa sich, serta apa sich peranan yang paling pas lo lakukan di tengahnya orang-orang..

Nah untuk temukan jati diri lo yang sebenarnya, tidak juga akan deh lo temuin itu semuanya di textbook kuliah maupun dengan belajar teori dimana juga. Jati diri lo juga akan dapat lo dapatkan ya di waktu lo berhubungan dengan jati diri lain di orang-orang, dengan kata lain hubungan sosial dalam lingkungan universitas! Jadi yang namanya kuliah itu sayang banget jika tidak lo gunakan buat meningkatkan diri lo dalam kekuatan bersosialisasi - baik itu arahnya untuk memperluas koneksi, cari teman seperjuangan yang miliki inspirasi yang sama, pemikiran yang sama, serta mungkin saja juga ambisi yang sama..

Untungnya nih, didunia universitas.. hubungan sosial yang dapat lo cobalah terdapat beberapa banget, mulai dari milih teman nongkrong yang pas, seru-seruan sama teman satu kost, curi-curi pandang sama senior/junior, diskusi pengetahuan sama professor, kenal sama satpam serta preman universitas, baik-baikin petugas admin di fakultas (jika SMA namanya tata usaha), ikut-ikutan club unit aktivitas mahasiswa (jika SMA namanya extra-curricular), sampai turut organisasi mahasiswa, baik yang resmi ataupun informal.

Jadi terdapat beberapa banget pilihan yang dapat lo tentukan untuk menggunakan saat perkuliahan lo terkecuali buat ngejar pengetahuan, mulai dari turut club debat, buat group musik, beberapa cobalah buat usaha, turut belajar politik di instansi kepresidenan mahasiswa, sampai ngejar prestasi dengan ikut-

Akhir narasi, kehidupan dimuka masa kuliah lo itu perlu banget buat nentuin kehidupan kuliah lo keseluruhannya. Maka dari itu, dimanfaatin deh tuch peluang yang luas yang lo dapetin dengan status jadi anak baru. Ok, selamat meniti persiapan ujian masuk PTN, semoga dapet jurusan yang lo ingin, Enjoy your first grade at college!

Semuah Hal Mengenai Kuliah

Kuliah yaitu tahap teratas didunia pendidikan serta tuturnya, bila bisa merampungkan kuliah mereka (dapat) disebutkan orang yang berdrajat lebih tinggi (perkataan orang yang hilang ingatan pencitraan). Tujuan kuliah tidak beda serta tidak bukanlah yaitu memperluas pikiran pengetahuan diluar itu kuliah yaitu satu bentuk kemauan seseorang manusia untuk melakukan perbaikan kehidupan didunia. Mahasiswa yaitu sebutan untuk mereka yang meneruskan tahap pendidikan di perkuliahan.

Yakin tidak bila kuliah itu mencari problem?

Benar! Kuliah itu memanglah mencari problem, dituntut senantiasa siap hadapi semua bentuk pekerjaan, jam perkuliahan yang terkadang overtime serta godaan bolos. Satu pekerjaan dalam perkuliahan pada intinya tidak memiliki basic tuntutan dari seseorang dosen tetapi bentuk pengancaman satu pekerjaan ada pada nilai akhir semester serta tersebut mengapa pekerjaan jadi problem. Bolos! Tersebut virus yang hingga saat ini masih tetap jadi teka teki mengapa tetap masih ada mahasiswa kekal dalam kampus manapun, melakukan kuliah hingga semester tua jadi segelintir serta bahkan juga segelontor di kampus atau sekolah tinggi dimana saja. ada yang beralasan duitlah, malas dan sebagainya.

Persoalan pada kuliah sesungguhnya tidak cuma pada kemauan seorang mengapa ambil langkah meneruskan pendidikan teratas walau demikian dapatkah kalian yang memutuskan untuk kuliah serta melanjutkan trend positif saat memijak semester pertama hingga akhir jadi dasarnya dapatkah menjaga satu tujuan awal kalian hingga memijak akhir semester.

Prima? Apa mungkin saja? Mengapa tidak! Semuanya di tangan kalian jadi aktor paling utama serta ingat tak ada yang mustahil!

1. Arena untuk gigi pada semester pertama

kuliah, aktivitas paling mengasyikkan yang sempat ditempuh untuk mereka yang memahami makna kata kuliah. semester awal yaitu saat paling baik lihat, pilih serta unjuk gigi pada mahasiswa seangkatan. mengapa demikian? yah, kuliah itu pastinya juga akan mempertemukan kita pada beberapa orang siapa saja mereka, berupa apa pun serta bersuku dan agama apa pun. pilih rekan itu hukumnya harus karna bila kita salah pilih rekan endinganya kita tidak kuliah men! yang ada jadi terperosok. yang disebut unjuk gigi dalam perkuliahan yaitu bagaimana sistem dalam memberi daya tarik pada siapa saja tak tahu mahsiswa seanatan, rekan wanita, senior serta bahkan juga dosen untuk mendekat sebatas jadi rekan, pertemanan dalam perkuliahan sangat begitu perlu karna tuntutan belakar dalam perkuliahan bukan sekedar di kelas tapi di manapun serta dengan siapapun

2. Penyesuaian perubahan kebiasaan pada pukul pembelajaran

Ketidaksamaan tahap pendidikan sangat begitu mencolok, dari sisi baju perkuliahan terkesan lebih bebas tapi tetaplah terbatas. Demikian halnya saat, saat evaluasi lebih enjoy di mana waktu tidak terpacu pada saat yang sama dalam pengertian dalam 1 hari mungkin jam evaluasi dapat pagi, siang serta bahkan juga malam walau bagaimanapun jam perkuliahan tetaplah padat. 1 sks katalanlah terhitung 45 menit serta tiap-tiap mata uliah minim 2 sks bahkan juga ada yang hingga 4 sks serta itu yang buat kuliah terkesan lebih enjoy tapi tetaplah padat walau demikian semuanya bergantung pada jurusan dan dosen pengampu mata kuliah, 10 : 1 sari semuanya dosen mata kuliah tentu serta tetaplah ada dosen yang mungkin saja cuma memberi evaluasi tidak sesui dengan saat yang ditetapkan ada yang terlalu berlebih serta ada yang bermalas-malasan. dari sisi saat pemakaian jam perkuliahan begitu bermakna seumpama untuk kita yang bekerja terdapat banyak universitas yang sediakan jam perkuliahan spesial mahasiswa yang telah bekerja yakni pada sore sepulang kerja atau kuliah di weekend serta itu begitu berguna untuk mereka yang tidak ingin menyianyiakan saat perkuliahan yang santai

3. Ikuti organisasi atau UKM

banyak yang dapat kita kerjakan saat kuliah, belajar sesui jurusan yaitu tuntutan paling utama tetapi bukanlah bermakna kita tidak miliki aktivitas beda. UKM singkatan dari Unit Aktivitas Mahasiswa yaitu wadah untuk lakukan evaluasi di luar jam kuliah, mahasiswa yang memiliki persamaan ketertarikan dalam 1 hal yang lalu di terapkan berbentuk aktivitas serta tentunya tidak mengganggu jam perkuliah tapi tetaplah saja ada mahasiswa yang ikhlas kuliahnya terganggu untuk aktivitas di luar perkuliahan. terdapat banyak aktivitas penunjang UKM diantaranya dalam bagian seni, Sosial, agama serta bahkan juga aktivitas outdoor yang berbentuk menantang adrenalin. hal positif yang dikerjakan mahasiswa terkecuali menghabiskan waktu cuma untuk nongkrong adlam mengkuti UKM, lewat beberapa aktivitas itu kita bisa menyalurkan hobby yang pernah terpendam sebentar serta jadikan pemakaian saat yang lebih baik.

4. Godaan perkuliahan

apa, mengapa serta bagiamana kuta jadi mahasiswa menyikapi satu godaan apa pun itu dalam perkuliahan?? janganlah jelek kira dahulu, gonaan bukanlah bermakna hal yang negatif kok, godaan dalam perkuliahan memanglah terkesan negatif diantaranya bolos, bolos jadi hal paling identik dalam mahasiswa (gak semua sich) janganlah berasumsi bolos itu hal yang remeh hlo! sekali bolos 2 x bolos 3x bolos endingnya IP down. godaan meninggalkan aktivitas positif yang umum dikerjakan untuk lakukan aktivitas positif yang lebih berbobot, nah ini yang disebut godaan tidak semua jelek. dilema, bimbang serta bimbang yaitu penyakit serta kita jadi orang yang terjangkit penyakit mesti sesegera mungkin saja dapat move on untuk pilih serta meneruskan semuanya yang pernah terlambat. sebab akibatnya karena satu godaan tidak dapat diperkirakan dengan terinci cuma dapat dinilai dengan baik atau jelek, berhasil atau tidak berhasil. saksikan mereka yang pilih dijalan dari pada di kelas cuma untuk ikuti UKM sosial untuk membantu sesama, mereka yang pilih di rumah atau kost rekan cuma untuk tidur sebatas hindari tuntutan yang berbuntut jelek pada kahir semester serta bahkan juga D. O. semuanya bentuk aktivitas posutuf serta negatif bermula dari kemauan kita untuk apa & pada siapa. suatu hal yang jelek yang kita sepelakan juga akan menyebabkan jelek juga pada kita serta yang bail untuk semuanya umat pastinya akan berbalik baik pada kita. semangat melakukan kuliah serta semua aktivitas positif kalian!

5. Buka chanel usaha antar mahasiswa

tak tahu lelaki atau wanita, lelaki juga akan jadi pemimpin serta wanita jadi ibu rumah-tangga. dengan psikologis apa evaluasi begini kalian bisa dari perkuliahan? tentunya, lalu mental merajut masa depan apa ada juga diperkuliahan?? tidak tetapi seiring waktu berjalan bila kita dapat memakai dengan baik mental pemimpin untuk seseorang lelaki juga akan terjadi dengan bergilirnya saat demikian halnya wanita. hal apa yang anda bisa dalam perkuliahan terkecuali belajar sesuai sama jurusan yang menyebabkan baik untuk masa depan?? itu pertanyaan yang cukup buat hatu berdetak lebih kencang buat mereka yang dewasa pemikirannya bukanlah umurnya. kuliah itu mempertemukan kita dengan manusia semua bentuk serta latar belakang. dalam soal pemakaian kuliah yaitu saat yang pas yakni memakai siapakah orang yang dapat menolong kita dalam memajukan kualitas hidup yang tambah baik, ingat bukan sekedar memakai tapi kita juga berikan imbalan serta imbalan tidak selamanya dan merta mengenai materi mungkin sama-sama untungkan 1 dengan yang lain. kesempatan usaha antar mahasiswa senantiasa terbuka bila mata kita tudak cuma tertutup cuma untuk kesenangan atau ke egoisan semata bias saja dari hal yang kita perjuangkan dengan rekan sesama mahasiswa dapat berbuah manis untuk masa depan kita

6. Masa-masa gawat pada D. O atau SKRIPSI

apakah itu kurang?? apakah itu belum juga cukup?? apakah itu juga akan membuat kamu menyerah?? hellooo, 2016 men! apa yang kita berniat untuk mulai mesti sesegera disudahi janganlah ditinggal ditengah jalan kelak di ambil orang!. memperjuangkan nasib yang tentu baik memanglah tidak gampang. beberapa orang berfikir kalau skripsi itu berat apabila kita sendiri yang juga akan melakukan masa skripsi di tanya tentu jawabnya berat (mungkin saja) tapi sesudah ditempuh serta pada akhirnya usai dengan nilai sesuai sama perjuangan tentu kita tersenyum. flashback masa skripsi, bolak-balik universitas mencari pembimbing cuma untuk sinyal tangan susahnya minta ampun, menanti kehadiran berjam-jam yang buat kita duduk diam seperti orang konyol yang tengah mabuk cinta pada universitas buat kita tertawa sendiri serta berfikir " nyatanya dengan lakukan semuanya saya dapat " sesudah demikian lama berpusing ria pada akhirnya kita memakai toga apakah itu tidak membuat kamu bangga?? lalu apa yang perlu anda kerjakan saat ini?? do it men! life start from here. sistem perancangan skripsi memanglah berat terlebih mereka yang rajin bolos tapi bukanlah berati tidak dapat, semuanya bergantung semangat. jangan pernah kita D. O cuma karna argumen skripsi, skripsi janganlah ditelantarkan serta bahkan juga dijauhi tapi dihadapi dengan sepenuh hati karna akhir sekripsi ada pelangi yang menanti yang kita hadapi semasa kuliah yaitu guru, yang kita kerjakan semasa kuliah yaitu ketentuan serta yang kita petik diakhir kuliah yaitu hasil. mengambil langkah ke tahap perkuliahan yaitu problem serta yang namanya problem mesti sesegera dikerjakan. semua bentuk perkuliahan senantiasa buat kita tambah baik dalam pendidikan, janganlah meremehkan kurangnya pengetahuan dari satu pertemuan evaluasi karna semuanya pengetahuan berguna untuk kita saat ini, besok serta kapanpun dan untuk siapa saja. CATATAN AKHIR KULIAH, semuanya yang ambil langkah untuk kuliah mesti memiliki catatan pribadi semasing. katakan pada mereka baik serta buruknya masa-masa keemasan itu serta menjadikan masa lalu itu jadi evaluasi generasi penerus.

Cost Kuliah di UGM Dapat Dibayar Sesudah Kerja, Ini Caranya

Kampus Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja bersama dengan Bank Mandiri meningkatkan product credit pendidikan spesial untuk mahasiswa UGM tahap S1, S2, S3, dan dosen. Product berbentuk utang cost pendidikan ini sangat mungkin mahasiswa mencicil cost kuliah sesudah lulus serta bekerja. 

Feature credit pendidikan terdiri dari sebagian type. Pertama, untuk mahasiswa UGM penerima bidikmisi, limit credit maksimum Rp 75 juta dengan tenor maksimum atau pengembalian sepanjang 10 th. terhitung dari saat pencairan, serta indeks prestasi kumulatif (IPK) 3, 5. 

Ke-2, untuk mahasiswa UGM pengusaha atau berprestasi, limit credit maksimum sebesar Rp 100 juta dengan tenor maksimum sepanjang 10 th. serta IPK minimum 3, 25. 

Ke-3, feature credit pendidikan untuk dosen UGM dengan limit credit maksimum sebesar Rp 200 juta dengan tenor maksimum sepanjang 10 th. atau sesuai dengan umur pensiun, serta cicilan maksimum sebesar 70 % dari pendapatan per bln.. 

Susunan credit spesial ini sudah di desain untuk penuhi keperluan mahasiswa, diantaranya kriteria yang gampang, pemilihan limit credit sesuai sama keperluan akademik, suku bunga yang kompetitif, pembayaran berjenjang sesuai sama alur pendapatan dunia kerja, dan fleksibilitas pemakaian untuk pembelian alat penunjang pendidikan seperti laptop serta semacamnya. 

" Untuk pembayaran cicilan, debitur juga akan diberi tiga pilihan, " tutur Donsuwan Simatupang, Petinggi Eksekutif Retail Banking Bank Mandiri, dalam jumpa pers di Digilib Fisipol UGM, Rabu, 18 April 2018. 

Mekanisme pembayaran mencakup, pembayaran cicilan diawali sesudah mahasiswa UGM lulus serta bekerja, pembayaran cicilan dengan berjenjang diawali mulai sejak mahasiswa kuliah, atau pembayaran cicilan dengan normal diawali mulai sejak mahasiswa kuliah. 

Donsuwan menceritakan credit pendidikan begitu terjangkau untuk mahasiswa UGM. Suku bunga rendah cuma sekitar 6 %. Kelebihan beda product ini yaitu bebas cost provisi serta administrasi credit dan telah termasuk juga cover asuransi jiwa. 

Cicilan saat lulus kuliah dikerjakan bertahap. Angsuran awal tidak lebih sekitar Rp 600. 000 hingga Rp 700. 000 per bln. bergantung jumlah utang. Bila angsuran dikerjakan saat kuliah, jadi mahasiswa cukup mencicil Rp 300. 000 hingga Rp 500. 000 per bln.. 

Bila pembayaran dikerjakan sesudah mahasiswa lulus, Bank Mandiri memberi tenggat saat tiga bln. sesudah lulus baru angsuran dibayar. Pertimbangannya, mahasiswa UGM telah bekerja sesudah tiga bln. lulus. 

Prasyarat mengajukan credit utang juga relatif gampang. Dokumen yang disediakan, mencakup, aplikasi credit, surat info dari bagian kemahasiswaan, foto copy KTP mahasiswa, orang-tua, kartu keluarga, rekening tabungan Bank Mandiri, SK Bidikmisi untuk mahasiswa penerima beasiswa, surat pernyataan orang-tua spesial mahasiswa S1, serta surat kesepakatan skema cicilan. 

Mahasiswa calon debitur mesti lewat sistem seleksi internal UGM hingga didapat calon yang paling unggul. Lantas, hasil itu juga akan sesuai dengan prasyarat serta ketetapan yang berlaku di Bank Mandiri. 

Donsuwan mengakui pada step awal belum juga memastikan tujuan spesifik, baik dari bagian jumlah penerima ataupun nominal credit. Sebab, Bank Mandiri menginginkan meyakinkan mahasiswa calon debitur memanglah pas tujuan. 

“Kerjasama dengan UGM dalam pengembangan product spesial ini sisi dari usaha kami memitigasi resiko yang ada, " ucapnya. 

Meskipun baru di luncurkan hari ini, beberapa credit pendidikan telah cair ke calon debitur. Nominal yang didapatkan beragam sesuai sama keperluan uang kuliah sepanjang empat th.. 

Rocky Tirajean, mahasiswa UGM jurusan Tehnik Geologi ini jadi debitur credit pendidikan Bank Mandiri. Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi angkatan 2017 ini peroleh credit sebesar Rp 1 juta per bln. hingga lulus atau tiga th. yang akan datang. 

" Untuk cost operasional karna untuk cost pendidikan telah dijamin oleh pemerintah, " katanya. 

Ia menjelaskan rata-rata rekan kuliahnya di jurusan yang sama membayar uang kuliah tunggal (UKT) Rp 2, 5 juta hingga Rp 7 juta per semester. 

Desinta Laras, mahasiswi UGM jurusan Manajemen angkatan 2015, juga jadi debitur credit pendidikan Bank Mandiri. Ia pilih untuk memajukan credit pendidikan karna menginginkan menolong orang-tua. 

" UKT ditetapkan dari pendapatan kotor orang-tua, sesaat saya masih tetap miliki dua adik yang bersekolah, " katanya. 

Ia memperoleh credit sejumlah Rp 14 juta atau untuk membayar dua semester paling akhir sesuai sama masa studinya di UGM. Sebelumnya peroleh credit pendidikan, Lara membayar UKT sebesar Rp 7 juta per semester.

Menganggur Selesai Lulus Kuliah, Wajarkah?

Fenomena menganggur setelah lulus adalah kenyataan yg tidak dapat dielakkan di Indonesia. Beragam argumen, penelitian, dan artikel juga sudah banyak mengulas fenomena ini berkali-kali. 

Apa yang mengakibatkan lulusan-lulusan ini lalu menganggur? Apa yang butuh dibenahi? 

Managing Director perusahaan konsultan Robert Walters Indonesia Sally Raj menyebutkan, fenomena menganggur ini bukan sekedar berlangsung pada Indonesia saja, tetapi juga negara beda yang termasuk maju. 

" Persoalan ini berlangsung pada tiap-tiap negara serta tidak cuma Indonesia saja. Ambillah contoh Malaysia, mereka mempunyai banyak graduates disana tapi tahukah Anda kalau beberapa ratus ribu lulusan itu saat ini tidak bekerja sampai hari ini, serta kita butuh ajukan pertanyaan kenapa hal semacam ini berlangsung, " papar dia seperti ditulis Minggu (22/4/2018). 

Raj menjelaskan, butuh diciptakannya kurikulum pendidikan yang bukan sekedar fokus pada pemahaman teori ilmunya saja tetapi bagaimana dapat sesuaikan dengan keinginan jaman yang diperlukan sekarang ini. 

" Kita dapat lihat kalau sekarang ini Indonesia tengah banyak pembangunan infrastruktur serta ini terang juga akan memerlukan banyak engineer disini. Trend ini yang juga akan kita saksikan dalam kurun saat 10 th. ke depan. Kampus baiknya dapat investasi dengan membuat kurikulum yang pas dengan keinginan ini, " tutur dia. 

" Tapi di negara manapun sekarang ini trennya adalah tehnologi. Kebanyakan orang bicara fintech, startup dsb. Anda butuh membuat individu dari sekolah-sekolah, ketrampilan yang pas buat mereka. Bila Anda membuat mereka, jadi Anda memberi fondasi serta ketrampilan manajerial padanya, " lebih Raj. 

Raj menyebutkan, dunia pendidikan serta pemerintah mesti bekerja bersama dengan membuat modul yang dapat sesuaikan dengan keinginan di masa saat ini. 

Tetapi demikian, Manager Accounting and Finance Robert Walters Indonesia Karina Saridewi mengungkap tingkat pendidikan di Indonesia sekarang ini masih tetap termasuk rendah untuk tingkat kampus yakni cuma 22 % saja. 

" Dari laporan Boston Consulting Group (BCG) saja kita ketahui kalau cuma 22 % orang-orang Indonesia yang mengenyam tertiary education (kampus) yang mana hal semacam ini belum juga penuhi keinginan yang ada, " papar Karina. 

" Kita masih tetap memerlukan beberapa orang Indonesia untuk masuk ke pendidikan tinggi, " lebih Karina. 

Keberhasilan diawali dari alur berfikir. Mengutip ungkapan orang populer Henry Ford, " Saat Anda berfikir dapat atau tidak dapat, umumnya hal itu jadi fakta. ” 

National Science Foundation (NSF) mengadakan satu penelitian untuk menunjukkan hal semacam ini. Penelitian dikerjakan pada beberapa mahasiswa. Project ini melibatkan 12 psikolog serta profesor dari sebagian kampus didunia. 

Mereka mempelajari 61 mahasiswa yang berhasil di universitas dari beragam negara. Isi penelitian dengan khusus menginginkan ketahui serta pelajari aspek apa yang buat mahasiswa dapat memperoleh nilai bagus, rajin belajar, serta dapat merampungkan pendidikannya. 

Nyatanya diketemukan ada tiga hal yang lalu diberi nama Henry Ford Rule. Tersebut tiga aspek itu : 

1. Suka pada Bagian yang Dipelajari 

Perlu untuk meningkatkan rasa sukai pada objek yang dipelajari. Dari 61 riset yang dikerjakan pada mahasiswa yang berlainan, 50 orang yakin rasa sukai pada bagian yang dipelajari menolong mereka menjangkau nilai yang lebih tinggi. 

2. Berfikiran Terbuka 

Yakin kepintaran bukan sekedar dipunyai beberapa orang spesifik yaitu pemahaman yang senantiasa berikan motivasi. Pojok pandang begini juga beresiko baik untuk mahasiswa. Dari 61 mahasiswa yang di teliti, 75 % menunjukkan berfikir terbuka bisa tingkatkan IPK. 

3. Mempunyai Tujuan serta Visi yang Jelas 

Dari riset ini temukan 83 % mahasiswa yang mempunyai tujuan hidup serta visi yang pasti, relatif lebih berhasil serta terpacu sehari-harinya. Riset ini lalu diperlengkapi dengan mengomparasi IPK beberapa mahasiswa. 

Tiga hal diatas tampak begitu simpel, tetapi tidak gampang untuk diterapkan. NSF merekomendasikan untuk mahasiswa untuk mengingatnya.